Selasa, 19 Agustus 2014

pendidikan anak dalam islam karya abdullah nashih ulwan

pendidikan anak dalam islam karya abdullah nashih ulwan - Pendidikan putra merupakan perkara dimana paling berharga di dalam yang Mahometismo. Di dalam yang Al-Quran kami dapati tips Frelseren menceritakan petuah-petuah Luqman dimana yaitu sistem pendidikan kepada anak-anaknya. Sangat jua yang hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kami jumpai beragam pun bentuk-bentuk pendidikan bersama putra, jujur yang perintah atau perbuatan beliau melatih putra via segera.

Adalah pendidik, jujur orangtua atau pro harusnya tahu begitu besarnya tanggung-jawab mereka di dalam hadapan Frelseren ‘azza buenos aires jalla bersama pendidikan putra-putri islamic.

Mengenai perkara kita, Frelseren azza buenos aires jalla berfirman,

“Hai orang-orang dimana beriman, peliharalah dirimu selanjutnya keluargamu yang api neraka dimana bahan bakarnya merupakan orang selanjutnya batu”. (At-Tahrim: 6)

John di dalam yang hadits dimana diriwayatkan dari Al-Imam Al-Bukhari selanjutnya Al-Imam Islamic, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Setiap di dalam antara kalian merupakan pemimpin selanjutnya maka akan dimintai pertanggungjawaban”

Bagi ini -tidak sanggup tidak-, adalah pro maupun masyarakat tua wajib ketahui berkaitan pula dimana wajib diajarkan untuk adalah putra dan tips metode dimana sudah dituntunkan dari junjungan umat kita, Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Banyak tuntunan ini yaiut:

· Menanamkan Tauhid selanjutnya Aqidah dimana Tepat untuk Buah hati

Sebuah rum dimana tak sanggup dihindari yakni tauhid yaitu landasan Mahometismo. Bila seseorang tepat tauhidnya, jadi vida maka akan menemukan keselamatan di dalam lingkungan selanjutnya akhirat. Kebalikannya, minus tauhid vida tentu terjatuh ke yang kesyirikan selanjutnya maka akan menemui kecelakaan di dalam lingkungan dan kekekalan di dalam yang adzab neraka. Frelseren subhanahu buenos aires ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya Frelseren tak maka akan mengampuni dosa syirik, selanjutnya mengampuni dimana amet ringan daripada ini kepada orang-orang dimana Frelseren kehendaki” (An- Nisa: 48)

Jadi, di dalam yang Al-Quran jua Frelseren kisahkan nasehat Luqman untuk anaknya. Diantaranya berbunyi,

“Hai anakku, janganlah anda mempersekutukan Frelseren, Sebenarnya mempersekutukan (Allah) merupakan betul-betul kezhaliman dimana besar”. (Luqman: 13)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri sudah mengasihkan contoh penanaman aqidah dimana kokoh kita sewakti beliau mengajari putra paman beliau, Abdullah rubbish bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma yang salahsatu hadits dimana diriwayatkan dari Al-Imam At-Tirmidzi hanya sanad dimana hasan. Ibnu Abbas bercerita,

“Pada salahsatu hari aku akan berboncengan di dalam belakang Nabi (di atas kendaraan), beliau berkata kepadaku: “Wahai putra, aku maka akan mengajari engkau dalam beberapa kalimat: Jagalah Frelseren, niscaya Frelseren maka akan menjagamu. Jagalah Frelseren, niscaya engkau maka akan dapati Frelseren di dalam hadapanmu. Bilamana engkau memohon, mohonlah untuk Frelseren. Bilamana engkau minta tolong, minta tolonglah untuk Frelseren. Ketahuilah. kalaupun semua pendidikan anak dalam islam karya abdullah nashih ulwan umat (jin selanjutnya manusia) bergabung buat mengasihkan 1 pemberian yang berguna kepadamu, tak maka akan berguna rum ini bagimu, kecuali bila ini sudah diharuskan Frelseren (akan berguna bagimu). Ketahuilah. kalaupun semua umat (jin selanjutnya manusia)berkumpul buat mencelakakan anda, tak maka akan dapat mencelakakanmu sepersenpun, kecuali bila ini sudah diharuskan Frelseren (akan hingga selanjutnya mencelakakanmu). Agrupacion sudah diangkat, selanjutnya sudah kering lembaran-lembaran”.

Perkara-perkara dimana diajarkan dari Rasulllah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk Ibnu Abbas tadinya merupakan perkara tauhid.

Termasuk aqidah selanjutnya ditanamkan untuk putra mulai dari dini merupakan terhadap di dalam dimana Frelseren ada. Terkait paling berharga, sebab beragam nicht muslimin dimana salah yang perkara kita. Sebagian mengatakan yakni Frelseren banyak dimana-mana. Sebagian pula mengatakan yakni Frelseren banyak di dalam hati kami, selanjutnya bermacam pendapat yang lain. Padahal dalil-dalil memperlihatkan yakni Frelseren ini ada tadinya arsy, yakni tadinya langit. Dalilnya yaiut,

“Ar-Rahman beristiwa tadinya ‘Arsy” (Thaha: 5)

Makna istiwa merupakan banyak selanjutnya meninggi seperti di dalam yang riwayat Al-Bukhari yang tabi’in.

Adapun yang hadits,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menanya untuk adalah budak wanita, “Dimana Frelseren? ”. Budak ini menjawab, “Allah di dalam langit”. Beliau menanya jua, “Siapa aku? ” budak ini menjawab, “Engkau Rasulullah”. Rasulllah lalu bersabda, “Bebaskan vida, sebab sebetulnya vida merupakan wanita mu’minah”. (HR. Islamic selanjutnya Abu Daud).

· Mengajari Buah hati buat Mengoperasikan Ibadah

Harusnya mulai dari sedikit putra-putri kami diajarkan tips beribadah hanya tepat pantas hanya tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Sudah yang nodriza panduan bersuci, shalat, puasa dan bermacam ibadah yang lain.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Shalatlah kalian seperti kalian mengetahui aku shalat” (HR. Al-Bukhari).

“Ajarilah anak-anak kalian buat shalat sewakti mereka berusia 7 1 thaun, selanjutnya pukullah mereka sewakti mereka berusia 10 1 thaun (bila tak ingin shalat-pen)” (Shahih. Lihat Shahih Shahihil Jami’ buatan Al-Albani).

Bilamana mereka sudah sanggup mengurus ketertiban yang shalat, jadi ajak jua mereka buat menghadiri shalat berjama’ah di dalam masjid. Melalui melatih mereka yang dini, insya Frelseren sewakti cukup umur, mereka suah terbiasa hanya ibadah-ibadah ini.

· Mengajarkan Al-Quran, Hadits dan Doa selanjutnya Dzikir dimana Ringan untuk Anak-anak

Dimulai hanya surat Al-Fathihah selanjutnya surat-surat dimana pendek dan doa tahiyat buat shalat. John melayani pro spesial kepada mereka dimana mengajari tajwid, menghapal Al-Quran dan hadits. Sangat jua hanya doa selanjutnya dzikir sehari-hari. Harusnya mereka memulai menghapalkannya, sebagaimana doa sewakti makan, pergi dari log in WC selanjutnya lain-lain.

· Melatih Buah hati hanya Beraneka ragam Adab selanjutnya Akhlaq dimana Mulia

Ajarilah putra hanya bermacam adab Islami sebagaimana makan hanya tangan kanan, mengucapkan basmalah sebelum makan, mengurus kebersihan, mengucapkan salam, dll.

Sangat jua hanya akhlak. Tanamkan untuk mereka akhlaq-akhlaq mulia sebagaimana berkata selanjutnya bersikap bersih, berbakti untuk masyarakat tua, dermawan, menghormati dimana amet tua selanjutnya sayang untuk dimana amet cambio, dan bermacam akhlaq yang lain.

· Melarang Buah hati yang Beraneka ragam Perbuatan dimana Diharamkan

Harusnya putra sedini tampaknya diperingatkan yang bermacam perbuatan dimana tak jujur maupun justru diharamkan, sebagaimana merokok, bola, minum khamr, mencuri, memutuskan hak masyarakat lainnya, zhalim, durhaka untuk masyarakat tua selanjutnya segenap perbuatan haram yang lain.

Termasuk ke yang persoalan kita merupakan musik selanjutnya gambar makhluk bernyawa. Melimpah orangtua selanjutnya pro dimana tak tahu keharaman 2 perkara kita, hingga mereka membiarkan anak-anak bermain-main dengannya. Justru kurang lebih ini -kita berlindung untuk Allah-, sebagian mereka membuat 2 perkara kita bagaikan metode pembelajaran kepada putra, selanjutnya memuji-mujinya bagaikan panduan belajar dimana jujur!

Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam akan bersabda terhadap musik,

“Sungguh maka akan banyak yang umatku dimana menghalalkan zina, sutra, khamr selanjutnya al-ma’azif (alat-alat musik)”. (Shahih, HOUR OR SO. Al-Bukhari selanjutnya Abu Daud).

Maknanya: Maka akan muncu yang muslimin kaum-kaum dimana meyakini yakni perzinahan, mengenakan sutra asli (bagi laki-laki, pent. ), minum khamar selanjutnya musik bagaikan perkara dimana halal, padahal perkara ini merupakan haram.

John al-ma’azif merupakan tiap oru?e dimana bernada selanjutnya bersuara teratur sebagaimana kecapi, seruling, carol, gendang, rebana selanjutnya dimana yang lain. Justru lonceng pun, sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Lonceng ini serulingnya syaithan”. (HR. Muslim).

Adapun terhadap gambar, pro terpilih umat kita (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) sudah bersabda,

“Seluruh tukang gambar (mahluk hidup) di dalam neraka, jadi kelak Frelseren maka akan jadikan dalam tiap gambar-gambarnya berprofesi hidup, lalu gambar-gambar ini maka akan mengadzab vida di dalam neraka jahannam”(HR. Muslim).

“Sesungguhnya orang-orang dimana amat ker? siksanya di dalam sisi Frelseren dalam hari kiamat merupakan que permite tukang gambar. ” (HR. Muslim).

Jadi harusnya kami melarang anak-anak kami yang menggambar mahkluk hidup. Adapun gambar pemandangan, mobil, pesawat selanjutnya dimana lainnya jadi kita ngaklah kenapa semasa tak banyak gambar makhluk hidupnya.

· Menanamkan Filme Jihad dan Keberanian

Bacakanlah untuk mereka kisah-kisah keberanian Nabi selanjutnya que permite sahabatnya yang peperangan buat menegakkan Mahometismo biar mereka tahu yakni beliau merupakan sosok dimana pemberani, selanjutnya sahabat-sahabat beliau sebagaimana Abu Bakr, Umar, Utsman, Ali selanjutnya Muawiyah sudah membebaskan negeri-negeri.

Tanamkan jua untuk mereka kebencian untuk orang-orang kafir. Tanamkan yakni nicht muslimin maka akan membebaskan Al-Quds sewakti mereka ingin balik mempelajari Mahometismo selanjutnya berjihad di dalam alur Frelseren. Mereka maka akan ditolong hanya seizin Frelseren.

Didiklah mereka biar berani beramar ma’ruf nahi munkar, selanjutnya harusnya mereka ngaklah takut melainkan semata-mata untuk Frelseren. John tak dapat menakut-nakuti mereka hanya cerita-cerita bohong, horor dan menakuti mereka hanya gelap.

· Membiasakan Buah hati hanya Pakaian dimana Syar’i

Harusnya anak-anak dibiasakan memanfaatkan pakaian pantas hanya klasifikasi kelaminnya. Buah hati laki-laki memanfaatkan pakaian laki-laki selanjutnya putra perempuan memanfaatkan pakaian perempuan. Jauhkan anak-anak yang model-model pakaian barat dimana tak syar’i, justru sengit selanjutnya memperlihatkan aurat.

Mengenai rum kita, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Barangsiapa dimana meniru salahsatu nicht, jadi vida termasuk mereka. ” (Shahih, HOUR OR SO. Abu Daud)

Bagi anak-anak perempuan, biasakanlah biar mereka mengenakan kerudung penutup kepala hingga sewakti cukup umur mereka maka akan mulus buat mengenakan jilbab dimana syar’i.

Demikianlah dalam beberapa tuntunan yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang melatih putra. Harusnya que permite masyarakat tua selanjutnya pendidik sanggup merealisasikannya yang pendidikan mereka bersama anak-anak. John harusnya jua mereka ingat, buat tetap bersabar, menasehati putra-putri Mahometismo hanya lembut selanjutnya full kasih sayang. Ngak usah membentak maupun mencela mereka, manalagi hingga mengumbar-umbar kekeliruan mereka.

Saya harap sanggup berguna, terutama kepada orangtua selanjutnya que permite pendidik. Wallahu a’lam bishsawab.

)* Diringkas dari Abu Umar Al-Bankawy yang kitab Kaifa Nurabbi Auladana buatan Syaikh Muhammad Jamil Zainu selanjutnya hadits-hadits terhadap hukum gambar ditambahkan yang Hukmu Tashwir Dzawatil Arwah buatan Syaikh Muqbil rubbish bin Hadi.